SOFTSWITCH
SOFTSWITCH
A. Pengertian
Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini.
Menurut isc (International softswitch concortium) definisi softswitch adalah suatu perangkat yang memiliki kemampuan :
1. Memilih proses yang di terapkan pada suatu panggilan
2. Routing untuk panggilan dalam jaringan
3. Mentransfer kontrol panggilan ke elemen jaringan
B. Kapasitas softswitch
a. Softswitch harus mampu menangani traffic panggilan minimal 4 juta BHCA dan secara flexible dapat ditambah kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan
b. Kapasitas system harus didesain secara modular dan dalam penambahan modul-modulnya tidak akan mengganggu operasi sitem yang sedang berlangsung ( hot swapable ).
C. Cara Kerja Softswitch
1. Softswitch, customer gateway dan IP telephone mengirimkan sinyal satu sama lain dalam jaringan paket dengan menggunakan protokol telephon, seperti H.323 dan SIP.
2. Setelah sinyal diterima, softswitch akan mengidentifikasi panggilan masuk yang berasal dari PSTN atau jaringan IP.
3. Jika pihak yang dipanggil menggunakan IP, maka softswitch akan mengintruksikan customer gateway sumber dan customer gateway tujuan untuk membuat rute secara langsung dan masih dalam jaringan LAN/MAN/WAN
4. Bila yang dipanggil menggunakan jaringan PSTN, maka softswitch akan mengintruksikan Originating customer gateway untuk membuat rute menuju Mdia Gateway (MG) yang berhubungan antara lokal dengan sentral trunk dan MG bekerja seiring dengan SG.
5. Salah satu contoh implementasi softswitch adalah VoIP atau telepon melalui internet.
D. Komponen-komponen dari softswitch
1. Media Gateway Controller (MGC) atau Call AgentMGC atau Call Agent adalah elemen utama softswitch, berfungsi untuk mengontrol semua sesi layanan dan komunikasi, mengatur interaksi elemen-elemen jaringan yang lain, dan menjembatani jaringan dengan karakteristik yang berbeda, yakni termasuk PSTN, SS7, dan jaringan IP.
2. Signalling Gateway (SG). Signalling gateway (SG) menciptakan suatu jembatan antara jaringan SS7 dengan jaringan IP dibawah kendali dari MGC.SG hanya menangani pensinyalan SS7,sedangkan MGC menangani sirkit suara yang telah dibangun oleh mekanisme pensinyalan SS7.
3. Media Gateway (MG). Media gateway berfungsi sebagai elemen transport untuk merutekan trafik dalam jaringan softswitch dan juga mengirim atau menerima trafik dari jaringan lain yang berbeda, seperti PSTN,PLMN, VoIP H.323, dan jaringan akses pelanggan. Media gateway terbagi menjadi trunk gateway dan access gateway.
• Trunk gateway adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch class 4, yaitu merutekan trafik dari jaringan PSTN/PLMN (jaringan mobile).Trunk gateway akan melakukan proses konversi terhadap format transmisi jaringan terhubung yang berbeda beda, baik format sinyalt rafik maupun signalling atau protokolnya.
• Access gateway adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch class 5 untuk menghubungkan softswitch dengan jaringan korporasi atau terminal pelanggan (CPE).
4. Media Server. Media server melaksanakan fungsinya yakni, untuk memperkaya softswitch dengan kemampuan media. Jika diperlukan, ini akan mendukung digital signal processing (DSP). Misalnya yakni untuk menanggapi respon suara, tugas itu akan dilakukan oleh media server. Media Video juga akan dilayani oleh suatu Media Server manakala bisa diterapkan. Media akses adalah media yang digunakan oleh jaringan softswitch untuk menjangkau pelanggan. Media akses dapat menggunakan cable modem, leasedcircuit, v.52, DSL, HFC, dan radio akses.
5. Feature Server Untuk Menyediakan fasilitas atau layanan seperti billing, multi-partyconferencing, dll. Feature server menggunakan sumber daya dan layanan yang terkait dengan komponen yang lain pada softswitch tersebut. Contoh :gatekeeper, dll.
6. Operating support system (OSS) adalah elemen jaringan yang berfungsi untuk mendukung operasi dan pemeliharaan jaringan, seperti managemen jaringan, provisioning, billing, monitoring, statistik, dll.
E. Fungsi Softswitch :
1. Fungsi Switching Teknik switching (teknik penyambungan) merupakan salah satu komponen terpenting dalam jaringan telekomunikasi, dengan switching komunikasi point to point dapat dilakukan tanpa harus menghubungkan langsung kedua node tersebut. Seperti layaknya fungsi switching,softswitch juga berkemampuan untuk menyambungkan dan memutuskan hubungan sementara. Softswitch mampu menghubungkan jaringan PSTN dengan jaringan IP dan juga melakukan pengaturan trafik yang berupa suara,data dan video.
2. Fungsi Kontrol Fungsi kontrol pada teknologi softswitch dilakukan oleh media gateway controller (MGC),yakni mengarahkan voice over packet building blocks, memvalidasi user accounts, menyediakan service access, merutekan signalling messages kejaringan PSTN dan me-manage availability jaringan. Fungsi kontrol bekerja berdasarkan instruksi pensinyalan yang datang dari luar atau dari data yang disimpan oleh sentral telepon itu sendiri. Softswitch juga mempunyai fungsi translasi seperti layaknya VoIP gateway, seperti mentranslasikan IP address ke nomor telepon,menangani ruting panggilan yang berupa suara,data,video.Intelligence yang ada pada softswitch memberikan kemampuan fungsional sebagai media gateway control, call control routing dan eksekusi layanan melalui jaringan PSTN, SS7,jaringan IP dan ATM.
3. Fungsi Pensinyalan Signalling yang dilakukan antar MGC menggunakan protokol MGCP, Megaco, H.323 dan SIP untuk menjamin unjuk kerja sistem yang optimal. Signalling antara jaringan PSTN yang menggunakan SS7 dengan jaringan IP dilakukan oleh signalling gateway (SG). Softswitch juga mampu melakukan translasi protokol, sehingga dapat menjamin interoperability antara sistem signaling yang berbeda-beda seperti SS7, MGCP,IP, SIP, H.323 dan lain-lain. Softswitch melakukan translasi untuk komunikasi point to pointantara jaringan PSTN dan jaringan IP.
4. Fungsi Interface Softswitch mempunyai interface yang disebut Application Programming Interface (API) yang membuatnya mampu untuk menambahkan atau mengembangkan server-server yang digunakan untuk menambahkan service baru.
F. Fitur –fitur yang ada di softswitch
1. Abreviated dialing ini adalah fitur untuk mempersingkat proses dialing dengan nomor singkatan yang hanya terdiri dari 1-2 digit saja.
2. Call forwading ini meliputi Unconditional, On busy, No answer, dan call waiting. Fitur ini merupakan suatu cara untuk mengalihkan panggilan yang dating. Aktivasi dapat dilakukan oleh pelanggan maupun operator.
3. Call waiting merupakan suatu fitur panggilan tunggu yang memungkinkan pelanggan menerima panggilan lain pada saat teepon sedang digunakan. Softswitch harus mampu mengirimkan tone interupsi jika pelanggan tersebut dalam keadaan busy, selanjutnya sentral tinggal menunggu reaksi dari pelanggan apakah bersedia menerima atau tidak.
4. Cancel call waiting fitur ini merupakan fitur pendukung dari system Call Waiting, sebab selain kita dapat menerima call waiting kita juga dapat menolak call waiting yang dating.
5. Calling line indetification presentasi (clip ) merupakan singkatan dari Calling Line Identification Presentation merupakan suatu fitur yang memungkinkan pelanggan mengetahui identitas sipemanggil.
6. Clip on call waiting merupakan sebuah fitur yang memungkinkan terminal pelanggan dapat menampilkan nomor pemanggil saat ada call waiting.
7. Conterence call ini merupakan sebuah fitur yang memungkinka pelanggan dapat melakukan konferensi telepon, baik sebagai call terminating ataupun sebagai call originating
8. Confrex merupakan fitur yang memungkinkan bebrapa pelanggan untuk membentuk sebuah group pelanggan, sebagaimana dalam system PABX, tanpa dibatasi oleh suatu lokasi.
G. Kelemahan Softswitch
• Tergantung pada satu vendor, karena perangkat yang digunakan bersifat prepritary.
• Investasi yang sangat tinggi.
• Adanya fungsi kontrol, fungsi layanan dan fungsi network melekat dalam sirkit switch, sehingga operator sulit melakukan pengembangan dan diversivikasi layanan.
H. Keuntungan Softswitch
• Konstruksi jaringan dapat dibangun dengan biaya minimal, bandingkan jika kamu membangun sebuah sentral besar
• Operasi dan pemeliharaan biaya operasidan pemeliharaan jaringan terpadu akanlebih ekonomis dan mudah dibanding dengan jaringan yang terpisah
• Layanan jaringan bisa memberikan layanan nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan
• Customer jaringan bisa memberikan layanan yang lebih personal yang mendukung upaya pemeliharaan dan penambahan pelanggan.
I. Manfaat Softswitch
• Teknologi Softswitch mampu menghubungkan antara internet, jaringan wireless, jaringan kabel dan jaringan telepon tradisional.
• Jaringan pusat (core network) dapat dicapai menggunakan Softswitch.
• Softswitch memampukan jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan jaringan data/internet dan sebaliknya.
Demikian materi tentang Softswitch dari saya, kurang lebih nya mohon maaf yang sebesar besarnya😂
Komentar
Posting Komentar